Jakarta, 20 September 2026 — Indonesia Health Tourism Society (IHTS) memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Run & Rhythm, sebuah kegiatan yang memadukan olahraga lari, musik, dan wellness yang digelar oleh Jakarta Stem Cell Center (JSC) dan Jazzscape pada Minggu, 20 September 2026.
Mengusung konsep “A Wellness Experience by JSC × Jazzscape”, kegiatan tersebut mengambil format lari 5K yang dipadukan dengan pengalaman musik dan aktivitas wellness. Kegiatan berlangsung di Uno Chill Spot, Nur Corner (S28), Jakarta Selatan, dengan semangat mendorong gaya hidup sehat yang lebih seimbang.
Dukungan IHTS terhadap kegiatan ini sejalan dengan upaya memperluas kolaborasi dalam pengembangan ekosistem health tourism di Indonesia. IHTS sendiri mengembangkan empat pilar utama, yakni medical tourism, wellness tourism, sport tourism, dan MICE.
Ketua Umum IHTS, Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A., menekankan pentingnya keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat modern.
“Harus balance. Jadi antara mind and body, juga antara physical maupun mental.”
Menurutnya, aktivitas olahraga dan wellness menjadi bagian penting dalam membangun keseimbangan hidup, khususnya di tengah aktivitas masyarakat yang semakin dinamis.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum IHTS juga menegaskan bahwa IHTS terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem health tourism di Indonesia.
“Jadi kami lengkap untuk bekerja sama dengan teman-teman semua untuk meningkatkan ekosistem dan kolaborasi health tourism di Indonesia.”
Sementara itu, Sari W. Pramono, CEO Jakarta Stem Cell Center, menjelaskan bahwa pendekatan kesehatan preventif menjadi salah satu fokus yang dikembangkan JSC. Menurut Sari, Jakarta Stem Cell Center hadir dengan pendekatan yang menitikberatkan pada upaya menjaga kesehatan sebelum seseorang mengalami kondisi sakit.
“Jakarta Stem Cell Center ini adalah clinic preventive. Jadi kita di sini mengurusi yang sebelum-sebelum sakit, yang mau tetap hidup sehat, mau aging gracefully.”
Ia menambahkan, pendekatan kesehatan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh. Dalam materi kegiatan, JSC juga menjelaskan pentingnya diagnostik dan pemeriksaan untuk memahami kondisi individu sebelum menentukan kebutuhan penanganan atau terapi.
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui kegiatan Run & Rhythm, yang menggabungkan aktivitas fisik dengan musik dan pengalaman wellness. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa promosi kesehatan tidak hanya berlangsung di ruang klinis, tetapi juga dapat hadir melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Bagi IHTS, keterlibatan dalam kegiatan seperti Run & Rhythm merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring dan kolaborasi di antara sektor kesehatan, wellness, olahraga, pariwisata, komunitas, dan industri kreatif.
IHTS melihat pendekatan lintas sektor tersebut sebagai bagian dari pengembangan ekosistem health tourism Indonesia, dengan menghubungkan pengalaman kesehatan dan wellness dengan aktivitas perjalanan, olahraga, gaya hidup, serta berbagai kegiatan berbasis komunitas.
Melalui kolaborasi antara IHTS, Jakarta Stem Cell Center, Jazzscape, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, kegiatan seperti Run & Rhythm menjadi ruang untuk memperkenalkan pendekatan kesehatan yang lebih holistik sekaligus memperkuat jejaring pelaku health tourism di Indonesia.
Run & Rhythm pada akhirnya tidak hanya menghadirkan aktivitas lari 5K, tetapi juga membawa pesan bahwa kesehatan dapat dibangun melalui keseimbangan antara tubuh, pikiran, aktivitas fisik, musik, dan kehidupan sosial.
