JAKARTA — Indonesia Health Tourism Society (IHTS) dan Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangkaian IHTS Update Series #02, Rabu, 30 September 2026, di S28 Nur Corner, Jakarta Selatan.

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara IHTS dan APKI untuk mengembangkan potensi kebugaran sebagai bagian dari ekosistem health tourism Indonesia.
Kerja sama tersebut sejalan dengan arah pengembangan health tourism yang tidak hanya mencakup layanan medis, tetapi juga mencakup aspek wellness, kebugaran, dan sport tourism.
Melalui kolaborasi dengan APKI, IHTS mendorong penguatan peran sektor kebugaran dalam membangun pengalaman health tourism yang lebih komprehensif. Kebugaran menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan sekaligus mendukung kualitas hidup masyarakat.
Penandatanganan MoU ini juga memperkuat pesan “Bugar di Indonesia Aja”, yang menjadi bagian dari semangat IHTS dalam memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan pengalaman wisata, tetapi juga berbagai pilihan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.
Bagi IHTS, pengembangan health tourism membutuhkan ekosistem yang saling terhubung antara medical tourism, wellness tourism, sport tourism, dan MICE. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi health tourism.
Melalui kerja sama IHTS dan APKI, sektor kebugaran diharapkan dapat semakin terintegrasi dalam pengembangan health tourism Indonesia sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari perjalanan IHTS dalam membawa semangat:
Sehat di Indonesia Aja.
Cantik di Indonesia Aja.
Bugar di Indonesia Aja.
