Jakarta,9 Maret 2026-
Acara Launching 21st Indonesia Travel Fair 2026 yang diselenggarakan bersamaan dengan 7th Indonesia Wellness & Health Tourism Expo 2026 resmi digelar pada Senin, 9 Maret 2026 di Manhattan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pelaku industri pariwisata, maskapai penerbangan, travel agent, rumah sakit, serta pelaku wellness tourism untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan sektor pariwisata dan kesehatan di Indonesia.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. (Ketua Umum Indonesia Health Tourism Society), Panca R. Sarungu, S.E., M.Si., CTE (Sekretaris Jenderal IHTS & Komisaris Utama RajaMICE), Brigjenpol (P) dr. Leny Pintowari, Sp.KO, Subsp. APK (K) (Ketua Harian IHTS), Dr. N. Rusmiati, M.Si., M.H. (Bendahara Umum IHTS & Ketua Umum ASITA), Vinsensius Jemadu (Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan Kemenpar), Salman Dianda Anwar (Ketua Umum JTF), Farshal Hambali (Ketua Umum BARINDO), serta Dr. Taufik Jamaan (Ketua Umum AWMI).
Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yaitu Dr. Fahirany Noor, serta perwakilan dari berbagai rumah sakit yang mendukung pengembangan medical dan wellness tourism di Indonesia.
Beberapa rumah sakit yang hadir dalam acara ini antara lain Murni Teguh Hospital, Bethesda Hospital Yogyakarta, Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri , Hermina Hospital Depok, Siloam Hospitals Group, Sentra Medika Hospital, Hermina Hospitals, Primaya Hospital Group, serta Hermina Hospital Kemayoran.
Dalam sambutannya, penyelenggara menyampaikan bahwa Indonesia Travel Fair telah berkembang menjadi salah satu platform strategis yang mempertemukan pelaku industri pariwisata dengan konsumen secara langsung. Pada penyelenggaraan tahun ini, event tersebut dirancang sebagai consumer travel fair yang tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga mendorong transaksi dan kolaborasi bisnis di sektor pariwisata dan wellness tourism.
Indonesia Travel Fair juga menjadi satu-satunya travel fair berformat Business to Consumer (B2C) yang digelar pada semester pertama tahun ini. Momentum ini dinilai strategis karena memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan wisata lebih awal, khususnya untuk periode liburan sekolah, long weekend, serta liburan akhir tahun dan tahun baru.
Selain menjadi ajang promosi destinasi dan produk wisata, event ini juga memberikan berbagai peluang strategis bagi para peserta pameran. Di antaranya adalah kesempatan membangun strategic airline partnerships, dukungan seamless banking and payment solutions untuk mempermudah transaksi selama pameran, serta peluang memperkuat branding dan market positioning destinasi maupun produk pariwisata.
Indonesia Travel Fair 2026 juga menghadirkan konsep yang lebih komprehensif dengan menggabungkan sektor pariwisata, wellness tourism, dan medical tourism. Integrasi tersebut sejalan dengan arah pengembangan pariwisata Indonesia yang semakin fokus pada quality tourism yang menawarkan pengalaman premium, berkelas global, berkelanjutan, namun tetap terjangkau dan inklusif.
Data yang dipaparkan dalam acara tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata Indonesia terus mengalami pemulihan yang signifikan. Pada tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai sekitar 15,39 juta orang, melampaui target pemerintah sebesar 14–15 juta kunjungan. Selain itu, sektor pariwisata juga menyerap sekitar 25,01 juta tenaga kerja pada tahun 2024.
Kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional juga diproyeksikan semakin meningkat, dengan nilai mencapai sekitar Rp1.269 triliun atau sekitar 5,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2025.
Pada kesempatan yang sama, penyelenggara juga memperkenalkan inovasi baru dalam industri pameran melalui kerja sama dengan platform event digital IVENT.ID, yakni sistem Instant Confirmation untuk Booth Booking. Sistem ini memungkinkan para exhibitor melakukan pemesanan booth secara lebih cepat, transparan, dan efisien.
Melalui kolaborasi antara industri pariwisata, maskapai penerbangan, institusi kesehatan, serta pelaku wellness tourism, penyelenggaraan 21st Indonesia Travel Fair 2026 diharapkan dapat membuka peluang baru bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan kesehatan di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi unggulan di kawasan Asia.
Media Contact:
RajaMICE
Email:info@rajamice.com
